Selasa, 28 Oktober 2014

Biodata

Nama : Muhammad Yusuf Al Rasyid
Kelas : XIIE
Sekolah : SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru
Hobi : Tidur saat jam pelajaran, main game
Absen : 17
Lokasi Magang : PT.PLN Gardu Induk Cempaka Banjarbaru
Terimakasih*mwah*

Gallery



Rabu, 22 Oktober 2014

Pemecahan Masalah

Jika air aki kurang maka harus ditambah, mengapa ? karena jika air aki kurang,maka
        tekanan juga bisa menurun dan menyebabkan kesalahan dalam perhitungan tekanan air
        aki.
        Tekanan air aki wajib sebuah sel baterai harus 1,20 atau lebih, jika Tekanan air aki salah
        satu sel kurang, maka cobalah untuk menambah air aki, mungkin saja air aki didalam sel
        kurang, jika sudah ditambah tetap dibawah 1,20 maka, harus dicatat dan dilaporkan
        kepada petugas untuk melakukan penggantian baterai.
        Tegangan baterai pada saat diukur menggunakan multi meter harus diatas 1,22, jika
        salah satu sel pada baterai tegangannya dibawah rata rata maka, harus dilaporkan
        kepada petugas untuk melakukan penggantian baterai.

Permasalahan

Tekanan Air dibawah rata rata
Tegangan baterai dibawah rata rata
Air aki kurang

Pengenalan Alat

1. Megger Torkel
2. Sapu Tangan
3. Sarung Tangan
4. Pipet
5. Multimeter/Mutlitester
6. Rectifier

Gambaran Perusahaan

PT PLN (Persero) Area Pengatur dan Penyaluran Sistem Kalselteng adalah salah satu unit pelaksana dari PT PLN (Persero) Wilayah KSKT. Pada awalnya pengatur sistem tenaga listrik dilakukan di PLN Kantor Wilayah VI Kalimantan Selatan-Tengah-Timur yang mengendalikan Sistem Barito. Sistem Barito meliputi unit pembangkit PLTA Riam Kanan, PLTD Trisakti, Gardu Induk Riam Kanan, Cempaka Banjarmasin dan Trisakti yang terinterkoneksi melalui jaringan 70 kV dan 150 kV.
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik di Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah maka PLN membangun beberapa pembangkit dan mengembangkan jaringan transmisi 150 kV dan Gardu Induk yang terinterkoneksi untuk melayani kebutuhan pelanggannya. Sistem tenaga listrik menjadi sangat luas (meliputi wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah) dan kompleks sehingga diperlukan sebuah organisasi PLN yang berfungsi sebagai pusat pengatur sistem tenaga listrik dengan tujuan menjaga kontinuitas pasokan dan mutu energi listrik dengan biaya yang ekonomis.

Oleh karena itu sesuai dengan SK Direksi PLN No.045./K/101/DIR/1999 tanggal 16 Maret 1999 dibentuk sebuah organisasi di PLN Wilayah Kalimantan Selatan-Tengah-Timur yaitu Area Pengatur Beban (APB) dengan tugas pokok menyelengarakan tugas operatif dan pengendalian pengoperasian sarana sistem pembangkit, penyaluran dan pendistribusian tenaga listrik guna menghasilkan produk tenaga listrik yang ekonomis dan handal baik kualitas maupun kuantitas. Kantor PLN APB berkedudukan di Banjarbaru dengan wilayah kerja meliputi daerah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kemudian berubah menjadi PT PLN (Persero) Area Penyaluran dan Pengatur Beban (AP2B) Berdasarkan SK Direksi PLN No. 339.K/DIR/2007 tanggal 20 November 2007 yang berkedudukan di Banjarbaru dengan alamat di Jalan Mistar Cokrokusumo Km. 39, Banjarbaru 70733 setelah masuknya TRAGI (Transmisi dan Gardu Induk) dan Penyaluran dari Sektor. Dengan pembentukan AP2B Sistem Kalselteng diharapkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan baik disisi hulu (Perusahaan Pembangkit) maupun disisi hilir (distribusi) akan meningkat.
Wilayah Operasi AP2B Sistem Kalselteng, dipasok oleh dua sektor Pembangkitan yaitu Sektor Barito dan Sektor Asam Asam serta beberapa Pembangkit Listrik Swasta yang di salurkan melalui 14 Gardu Induk. Daerah pengaturan yang dilayani meliputi lima PLN Area Pelayanan yaitu: Area Pelayanan Banjarmasin, Area Pelayanan Barabai, Area Pelayanan Kapuas, Area Pelayanan Palangkaraya dan Area Pelayanan Kotabaru. AP2B  Sistem Kalselteng memiliki unit-unit Transamisi dan Gardu Induk (Tragi) yang merupakan bagian dari organisasi AP2B. Pembentukan Tragi dimaksudkan sebagai upaya untuk mengefisienkan dan mengoptimalkan pelaksanaan proses bisinis dan pemeliharaan transmisi. Tragi dibentuk dari pengelompokkan ulang gardu induk yang berada di wilayah kerja AP2B Sistem Kalselteng. AP2B Sistem Kalselteng mempunyai Tiga Tragi yaitu Tragi Bandarmasih, Tragi Banjar dan Tragi Barabai. 

Kata Pengantar

Pertama-tama saya mengucapkan puji dan syukur Kehadirat Allah SWT , yang senantiasa memberikan Rahmat serta Ridho-Nya dalam menyelesaikan Laporan magang ini. Yang mana laporan magang ini merupakan salah satu syarat agar nantinya saya bisa mengikuti Ujian Akhir Tahun Ajaran 2013/2014.